Conjunction atau kata sambung digunakan untuk menghubungkan kata, frasa dan klausa dalam sebuah kalimat maupun antarkalimat. Penggunaan kata sambung dan fungsinya ada beberapa macam seperti yang dijelaskan dibawah ini.
Penggunaan kata sambung pada kata atau frasa
yang memiliki fungsi gramatikal yang sama dalam sebuah kalimat disebut dengan
struktur paralel. Kata sambung yang digunakan adalah: and, but, or,
dan nor. Contoh:
-
Kata benda + and + kata benda.
Contoh:
Gerrard and his friend came to the party last
night
(Gerrard dan temannya datang ke pesta tadi
malam)
-
Kata sifat + but + kata sifat.
Contoh:
These sneakers are old but comfortable
(Sepatu ini tua tapi nyaman)
-
Infinitives + or + infinitives
Contoh:
She wants to eat salad or*(to) drink smoothie
(Dia ingin makan salad atau minum smoothie)
*to yang kedua boleh dihilangkan
A. COORDINATING CONJUNCTIONS
Dalam kalimat, kata sambung lain yang
digunakan yaitu for, and, but, yet, dan so
yang disebut coordinating conjunction. Kata-kata tersebut digunakan
untuk menggabungkan dua kalimat utama atau klausa induk. Contoh:
-
Michael does not have much money, yet he buys
expensive car
(Michael tidak memiliki banyak uang, namun ia
membeli mobil mahal)
-
She does not like fried rice, so she does not
eat it
(Dia tidak suka nasi goreng, jadi dia tidak
memakannya)
B. CORRELATIVE CONJUNCTION
Jenis kata sambung lainnya adalah kata sambung
berpasangan, yaitu: both...and; not only...but
also; either...or; neither...nor...Contoh:
-
Both my father and my brother are here
(Ayah dan kakak laki-lakiku keduanya disini)
-
Not only my father but also my brother is here
(Tidak hanya ayahku tapi kakak laki-lakiku
juga disini)
-
I will take either Linguistics or Literature
next semester
(Aku akan memprogram entah Linguistik atau
Literatur semester depan)
-
The reference is neither convincing nor
scientific
(Referensi itu tidak meyakinkan tidak juga
ilmiah)
C. SUBORDINATE CONJUNCTION
Kata sambung lainnya yaitu subordinate conjunction
adalah kata sambung yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat independent
clause dengan dependent clause. Dependent clause
ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat dan sering tidak memnuhi makna
kalimat yang dimaksud tanpa klausa utama (main clause). Subordinate
conjunction selalu terletak di depan dependent clause,
tetapi dependent clause itu terletak baik di depan kalimat atau
setelah independent clause. Subordinate conjunction
dalam kalimat dapat berfungsi sebagai:
a. Cause of reason
Adalah kata yang menyatakan sebab/akibat akan suatu hal. Kata
hubung yang termasuk kelompok ini adalah:
1. As/because/for/since(karena)
2. Whereas (melainkan/sedangkan)
3. Wherefore (untuk apa/oleh sebab itu)
Contoh:
1. I didn’t go to school because I was sick
(Saya tidak masuk sekolah karena sakit)
2. I won’t go anywhere since you are here
(Aku tidak akan pergi karena kau ada disini)
b. Comparison
Comparison adalah perbandingan yang menunjukkan sifat tingkatan
akan suatu hal yang sama atau sifat tingkatannya tidak sama. Yang termasuk
dalam kelompok kata ini adalah:
1. As...as (se...)
2. As well as (sebaik/baiknya sama)
3. Rather...than...(lebih baik...daripada...)
4. Than (daripada)
Contoh:
1. I am as smart as you
(Saya sepandai kamu)
2. Janie is rather helpful than Karen
(Janie lebih suka membantu dari Karen)
c. Concession
Concession adalah adanya dua hal yang bertentangan dalam dua
kalimat, namun tetap terjadi walaupun terpaksa dilakukan. Yang termasuk dalam kelompok
kata ini adalah:
1. Although/even though/though/notwithstanding that/nevertheless (meskipun)
2. However (akan tetapi)
3. Provided (asalkan)
Contoh:
1. You stay awake even though you are sleepy
(Kau tetap bangun meskipun kau mengantuk)
2. Although you don’t have much money, you’re generous
(Meskipun kau punya banyak uang, kau dermawan)
Catatan:
Conjunction seperti even though, although,
dan though dapat diletakkan di awal kalimat.
d. Condition
Digunakan untuk menunjukkan syarat akan bagaimana sesuatu
akan terjadi. Kata hubung yang termasuk kelompok kata ini adalah:
1. If (kalau)
2. Provided/provided that (asalkan)
3. Since (karena)
4. Unless (kecuali)
5. Whether (apakah)
6. As if (seakan-akan)
Contoh:
1. He won’t be silent unless someone asks him to
(Dia tidak akan diam kecuali ada yang memintanya)
2. I will do the exercise provided I know the answer
(Saya akan mengerjakan latihan soal asalkan saya tahu
jawabannya)
e. Purpose
Digunakan untuk menunjukkan maksud atau tujuan akan
sesuatu. Kata hubung yang termasuk kelompok kata ini adalah: that/in
order that/so that (agar/supaya).
Contoh:
I save money so that I can buy a new car
(Aku menabung agar bisa membeli mobil baru)
f. Manner
Digunakan untuk menunjukkan cara atau taraf. Kata hubung
yang termasuk kelompok kata ini adalah:
1. As (berdasarkan)
2. How (bagaimanapun caranya)
3. According (tergantung)
4. As far as (sepanjang)
Contoh:
He doesn’t have any idea as far as I know
(Dia tidak tahu apa-apa sejauh yang aku tahu)
g. Time
Digunakan untuk menunjukkan waktu. Kata hubung yang
termasuk kelompok kata ini adalah:
1. As (ketika)
2. As soon as (segera)
3. While (selagi/selama)
4. As long as (selama)
5. Before (sebelum)
6. Until (sampai)
7. Since (sejak)
8. Still/till (selagi)
9. Whenever (kapanpun)
10. After (setelah)
Contoh:
1. I will wait you until you arrive
(Saya akan menunggumu sampai kau datang)
2. I watched TV while my brother played video game
(Saya menonton TV selagi saudara saya bermain video game)
h. Result
Digunakan untuk menunjukkan akibat atau pengaruh. Kata hubung
yang termasuk kelompok kata ini adalah: that (sehingga). Contoh:
I read slowly that understand
(Saya membaca dengan pelan sehingga saya mengerti)
i.
Apposition
Digunakan untuk memberi keterangan tambahan. Kata hubung
yang termasuk kelompok kata ini adalah: that (bahwa). Contoh:
I promise that I will do the homework
(Saya berjanji bahwa saya akan mengerjakan PR)
Nurul Huda, Ria Anggraeni, Estiwi Retno Purnaning, Alvina Kusuma Ayuningtyas. New Upgrade Toefl Score. Depok: Cmedia Imprint Kawan Pustaka. 2017.